Get 40% OFF

Seri Cerita Berbahasa Mandarin Resmi Diluncurkan, Permudah Pembelajaran Anak

SEMARANG, suaramerdeka.com – Buku seri Zongzi berupa sebuah seri cerita berbahasa Mandarin pertama di dunia yang seluruhnya ditulis dan digambar oleh anak-anak resmi diluncurkan secara virtual, Minggu (27/6).

Buku Zongzi yang diluncurkan Perusahaan Singapura StoryChopsticks ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berkreativitas dalam menggambar dan mengarang cerita.

Chuang Wan Ting, salah satu pendiri dan Kepala Sekolah StoryChopsticks menuturkan, seri pertama ini, Zongzi #1 – Childhood Rhapsody memuat cerita dan ilustrasi dari murid-murid StoryChopsticks di Singapura dan Amerika Serikat.

”Karya ini merupakan proses pembelajaran anak-anak dengan didampingi para fasilitator guru bahasa Mandarin native asal Taiwan,” tuturnya.

Dikatakan ada penawaran metode pembelajaran Bahasa Mandarin yang menarik melalui story telling, flash card, dan praktik membuat cerita setiap minggu.

”Anak-anak secara alami menjadi kreatif dan merasakan pengalaman belajar baik jika mereka terlibat secara aktif. Kami merancang proses pembelajaran agar anak-anak dapat segera melihat, menyentuh, dan bahkan mempromosikan hasil pembelajaran mereka,” katanya.

Mulai beroperasi di Indonesia pada Desember 2020, StoryChopsticks menawarkan pendekatan menyenangkan untuk anak-anak belajar bahasa Mandarin, yaitu melalui storytelling buku cerita bergambar StoryChospticks yang penuh ilustrasi indah, flashcard, dan buku gambar.

Mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kelas dilakukan sepenuhnya secara daring sehingga dapat diakses dari mana saja. Kelas ini ditujukan bagi pelajar muda usia 3-12 tahun.

Bagi murid yang berasal dari Indonesia, tersedia fasilitator berbahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Zixuan, editor seri buku bergambar Storychopsticks Zongzi menambahkan, secara bertahap anak-anak didampingi untuk membuat cerita sendiri, hingga akhirnya buku siap dicetak dan diterbitkan.

“Pelajar tingkat lanjut, seperti para pengarang muda kita hari ini, kemudian mengembangkan cerita mereka sendiri melalui Program KidsPublish kami,” katanya.

Sementara menurut I-Ling Wang, Asisten Profesor dari Yu Da University of Science and Technology, Taiwan, cara belajar dengan cara membuat cerita adalah bentuk penghargaan atas kreativitas anak-anak.

“Kita tidak hanya bisa melihat hasil belajar, menggambar, dan imajinasi anak-anak, tapi juga kemampuan luar biasa mereka dalam mengekspresikan diri secara puitis,” kata dia.

Bagi murid yang berasal dari Indonesia, tersedia fasilitator berbahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Zixuan, editor seri buku bergambar Storychopsticks Zongzi menambahkan, secara bertahap anak-anak didampingi untuk membuat cerita sendiri, hingga akhirnya buku siap dicetak dan diterbitkan.

“Pelajar tingkat lanjut, seperti para pengarang muda kita hari ini, kemudian mengembangkan cerita mereka sendiri melalui Program KidsPublish kami,” katanya.

Sementara menurut I-Ling Wang, Asisten Profesor dari Yu Da University of Science and Technology, Taiwan, cara belajar dengan cara membuat cerita adalah bentuk penghargaan atas kreativitas anak-anak.

“Kita tidak hanya bisa melihat hasil belajar, menggambar, dan imajinasi anak-anak, tapi juga kemampuan luar biasa mereka dalam mengekspresikan diri secara puitis,” kata dia.

Baca juga:

Original content:
suaramerdeka.com Seri Cerita Berbahasa Mandarin Resmi Diluncurkan Permudah Pembelajaran Anak

Invite & Earn

X
Refer a friend & both of you enjoy 50% OFF. *LIMITED TIME ONLY*
LOGIN / REGISTER