Get 25% OFF

Pandemi Covid-19, Kurikulum Lembaga Kursus Ini Berubah Jadi Online

KOMPAS.com – StoryChopsticks, lembaga kursus bahasa Mandarin online yang berbasis di Singapura mengubah kurikulum pembelajaran dari offline menjadi online. Hal itu dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang telah menghantam seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Founder StoryChopsticks, Yuanxin Sun memercayai program kurikulum online yang dikembangkan merupakan program yang efektif dalam mendidik anak-anak dalam mempelajari bahasa Mandarin. “Tidak hanya itu, pada saat yang bersamaan, kami juga berharap dapat membimbing mereka agar dapat lebih kreatif serta menciptakan karya yang menginspirasi,” ujar dia dalam keterangan resminya, Minggu (9/1/2022). Di awal 2022, StoryChopsticks mempersembahkan pameran kreasi anak yang bertajuk StoryChopsticks Presents A Children’s Exhibition (SPACE). Acara yang digelar di JHL Solitaire Gading Serpong menampilkan kreasi cerita anak-anak berbahasa Mandarin pertama di dunia yang menggambarkan persepsi mereka tentang dunia sebelum dan sesudah masa pembatasan sosialisasi atau lockdown akibat pandemi Covid 19.

SPACE, sebut dia, merupakan bentuk kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh murid dan keluarga. “Karya-karya yang terpampang adalah hasil gambar yang dibuat oleh para murid saat mengikuti kursus Bahasa Mandarin di StoryChopsticks,” jelas dia.

Melalui pameran ini juga, StoryChopsticks mengajak masyarakat agar dapat melihat pandemi Covid-19 dari perspektif yang berbeda, yakni perspektif baru dari hasil kreasi kreatif anak-anak di dunia yang memberikan masyarakat energi positif.

Lewat acara itu juga, sambung dia, ingin menunjukkan bahwa meskipun anak-anak menjalani proses social distancing di rumah, mereka tetap dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui lukisan.

Alih-alih memberikan rasa takut akan pandemi Covid-19, dia mengajak murid-muridnya untuk dapat terus tertawa, tetap menikmati masa tumbuh kembang mereka, dan tentunya memperluas persahabatan lewat teman kelas virtual mereka.

Yuanxin juga ingin mengukuhkan kehadiran dan komitmen mereka untuk Indonesia.

“Jadi acara SPACE tonggak awal dari serangkaian kegiatan offline lain yang telah kami rencanakan di tahun ini,” tuturnya.

Tak lupa, dia ingin mengubah persepsi mengenai pembelajaran bahasa asing yang monoton dan membosankan. “Kita juga memberikan pilihan kepada masyarakat mengenai metode yang dapat menumbuhkan kreativitas melalui pembelajaran bahasa Mandarin yang diberikan,” tukas dia.

Baca juga:

Original content:
www.kompas.com Pandemi Covid-19 Kurikulum Lembaga Kursus Ini Berubah Jad Online

Invite & Earn

X
Refer a friend & both of you enjoy 25% OFF. *LIMITED TIME ONLY*
LOGIN / REGISTER